Search This Blog

Wednesday, February 1, 2012

Kekuatan Cahaya lampu Senter dalam satuan Watt dan Lumen

Tulisan ini (seperti beberapa tulisan yang lain) sebenarnya tidak sengaja di posting, bukan karena saya memiliki pengetahuan tentang materi yang dibahas, namun sekedar untuk membuat suatu rangkuman yang dapat memudahkan saya mengingat lagi jika diperlukan.

Asal muasal tulisan ini, sebenarnya adalah ketika saya sedang butuh focus lamp untuk Under Water Camera saya... cari punya cari ada beberapa merk yang menyodorkan spesifikasi kekuatan cahaya nya dalam satuan lumens dan ada yang menggunakan satuan watt. Tentu ini membuat perbandingan menjadi sulit, apalagi saya tidak pernah mempunyai pengalaman dengan barang tersebut.

Nah... ternyata dari hasil browsing di forum diskusi internasional dan dari mbah Wiki, ditemukan uraian yang menarik tentang kekuatan cahaya yang keluar dari sebuah lampu senter. Walaupun sedikit 'teoritis' dan membutuhkan pengetahuan fisika, saya optimis apa yang ditulis ini akan berguna bagi kita semua untuk mengerti bagaimana kekuatan cahaya diukur, bagaimana membandingkan kualitas cahaya senter berdasarkan spek yang ditulis.

Pertama, saya ingin menuliskan beberapa prinsip yang saya dapatkan berikut ini :

1. Watt adalah satuan untuk daya, bisa 2 arti :
1.a Daya yang dikonsumsi oleh sebuah lampu.
Sudah cukup jelas bahwa jika 'watt' yang dimaksud adalah daya yang dikonsumsi oleh lampu, maka ini akan menunjukkan seberapa cepat battery akan habis atau berapa banyak uang yang harus anda bayar tiap bulan (kalau pakai listrik PLN :)). --> selalu butuh variable 'waktu' untuk konversi ke mAh (battery) atau KWh (PLN).

1.b Daya yang dikeluarkan oleh sebuah lampu.
Istilah ilmiahnya : Radiant Flux, didefinisikan sebagai total daya dari radiasi elektromagnetik yang keluar dari satu lampu termasuk disini adalah cahaya infrared, ultraviolet, dan cahaya lain yang bisa terlihat (visible light).
Radiant Flux dapat diukur dari cahaya yang dikeluarkan (dari sebuah lampu) atau dapat juga diukur dari total cahaya yang diterima (pada sebuah bidang tertentu).

Perbandingan dari Radiant Flux dan Konsumsi Daya sebuah sumber cahaya atau lampu adalah effisiensi dari sistem atau lampu itu sendiri (satuan %), artinya seberapa banyak daya yang dikonsumsi dapat dikonversi menjadi energi cahaya (sisanya menjadi panas dan pemborosan lainnya).

Sampai disini, kita dapat mengatakan bahwa belum tentu sebuah lampu yang 'boros daya' mampu mengkonversi nya menjadi power yang besar. Jadi belum tentu lampu yang watt nya gede, dia bisa menghasilkan cahaya dengan kekuatan atau watt yang besar pula.




Kemudian ada satu lagi satuan atau konsep yang perlu kita ketahui....
Satuan Lumens, ternyata ini adalah satuan dari Luminous flux disebut juga luminous power. Ini adalah istilah dan satuan yang menyatakan seberapa kuat cahaya yang dapat ditangkap (oleh mata kita).
Luminous flux dengan demikian sangat tergantung pada sensitivitas mata kita dalam menerima cahaya.

Perlu dijelaskan lebih dahulu bahwa mata manusia hanya sensitif (hanya mampu melihat) cahaya dengan range panjang gelombang tertentu di dalam spektrum cahaya yakni antara 390 sampai 750 nm.








Cahaya Infra red, yang berada di sisi kanan spektrum cahaya (setelah warna merah), punya panjang gelombang diatas 0.74 micrometer.
Ultra Violet, sebaliknya berada di sisi kiri spektrum cahaya (sebelum warna ungu, namun setelah X-ray), punya panjang gelombang antara 10-400nm.

Kembali kepada satuan lumen dan konsep Luminous Flux, secara ekstrim misalnya, cahaya infra red dan ultra violet karena tidak dapat kita lihat, akan memiliki luminous flux setara dengan 0 lumens, terlepas dari berapapun besarnya kekuatan (watt) lampu (infrared atau ultraviolet) yang mengeluarkan cahaya ini.
Mata manusia paling sensitif terhadap cahaya dengan panjang gelombang 555nm $28spektrum warna : hijau) yang berada ditengah tengah spektrum.

Dengan demikian suatu lampu yang mengeluarkan daya tertentu (misalnya 1 watt), akan menghasilkan luminous flux tertinggi jika lampu tersebut memancarkan gelombang cahaya 555nm (hijau).
Selengkapnya tentang panjang gelombang cahaya yang dapat ditangkap mata.

Disini kita menjadi sadar bahwa 'lumens', lumnious flux atau intensitas cahaya yang kita lihat sekarang bukan sekedar masalah power dan efisiensi lampu, namun juga masalah spektrum cahaya.
Istilah untuk hal ini adalah Luminous efficacy, cahaya mana yang paling 'manjur', paling tinggi intensitasnya, paling terang di mata kita walaupun dengan watt yang sama.
Cahaya dengan kekuatan 1 watt bisa menghasilkan luminous flux maksimum sebesar 683 lumens (diterima oleh mata sebesar 683 lumens) jika ia berwarna hijau (panjang gelombang 555nm).

Hubungan antara Lumens dan Watt (Luminous efficacy) ini dapat dinyatakan dengan persamaan berikut :



Lumen (luminous flux) adalah penjumlahan dari luminous intensity (candela) di semua panjang gelombang cahaya yang dapat dilihat oleh mata), artinya penjumlahan dari lumens yang dihasilkan oleh cahaya warna merah, hijau, kuning, biru dll.
Jelas bahwa maksimum lumen per watt (luminous efficacy) adalah 683 lumens, lampu yang bisa mengeluarkan cahaya yang bisa menghasilkan 683 lumens untuk 1 watt power adalah lampu yang 100% effisien. (untuk itu lampu tersebut harus menghasilkan cahaya dalam spektrum hijau 555nm saja).


Sekarang kita bisa mengerti bahwa effisiensi lampu (lumen / watt) juga tergantung dari spektrum warna yang dihasilkannya !




Ok ok... pasti sedikit pusing nih ya ? hehehehe.... kembali ke topik awal....
sekarang jika kita night dive apalagi sambil melakukan kegiatan fotografi bawah air, kita menginginkan lampu yang terang (lumens atau watt tinggi) namun, tentu saja, juga bisa bertahan lama (effisiensi tinggi).


Sedikit pelurusan :
efisiensi yang kita inginkan sebenarnya adalah efisiensi dari pemakaian energi baterei, artinya 4 buah baterei AA bisa menghasilkan sekian lumens. Namun nilai ini tergantung dari efisiensi jenis lampu yang dipakai atau disebu juga 'lighting efficiency' (disebut juga 'wall-plug efficacy) untuk tiap jenis lampu dapat dilihat di tabel dibawah ini :
note bahwa untuk jenis lampu (misalnya neon, LED, xenon, dll) yang sama bisa terjadi variasi kualitas produk (dari pabrikan) yang menjelaskan mengapa beberapa lampu dari jenis yang sama bisa memiliki nilai lighting efficiency yang berbeda.

Tabel yang menjelaskan lighting efficiency dapat dilihat dalam tabel dibawah ini. Diambil dari Wikipedia.
CategoryTypeOverall
luminous efficacy (lm/W)
Overall
luminous efficiency[note 1]
Combustioncandle0.3[note 3]0.04%
gas mantle1–2[10]0.15–0.3%
Incandescent100–200 W tungsten incandescent (230 V)13.8[11]–15.2[12]2.0–2.2%
100–200–500 W tungsten glass halogen (230 V)16.7[13]–17.6[12]–19.8[12]2.4–2.6–2.9%
5–40–100 W tungsten incandescent (120 V)5–12.6[14]–17.5[14]0.7–1.8–2.6%
2.6 W tungsten glass halogen (5.2 V)19.2[15]2.8%
tungsten quartz halogen (12–24 V)243.5%
photographic and projection lamps35[16]5.1%
Light-emitting diodewhite LED (raw, without power supply)4.5–150 [17][18][19][20]0.66–22.0%
4.1 W LED screw base lamp (120 V)58.5–82.9[21]8.6–12.1%
5.4 W LED screw base lamp (100 V 50/60 Hz)101.9[22]14.9%
6.9 W LED screw base lamp (120 V)55.1–81.9[21]8.1–12.0%
7 W LED PAR20 (120 V)28.6[23]4.2%
7 W LED PAR20 (110-230 V)60.0[24]8.8%
8.7 W LED screw base lamp (120 V)69.0–93.1[21][25]10.1–13.6%
Theoretical limit (white LED)260.0–300.0[26]38.1–43.9%
Arc lampxenon arc lamp30–50[27][28]4.4–7.3%
mercury-xenon arc lamp50–55[27]7.3–8.0%
FluorescentT12 tube with magnetic ballast60[29]9%
9–32 W compact fluorescent46–75[12][30][31]8–11.45%[32]
T8 tube with electronic ballast80–100[29]12–15%
PL-S 11 W U-tube, excluding ballast loss82[33]12%
T5 tube70–104.2[34][35]10–15.63%
Gas discharge1400 W sulfur lamp100[36]15%
metal halide lamp65–115[37]9.5–17%
high pressure sodium lamp85–150[12]12–22%
low pressure sodium lamp100–200[12][38][39]15–29%
Cathodoluminescenceelectron stimulated luminescence30[40]5%
Ideal sourcesTruncated 5800 K blackbody[note 2]251[7]37%
Green light at 555 nm (maximum possible luminous efficacy)683.002[9]100%



Disini dapat dilihat bahwa lampu Xenon memiliki efisiensi yang lebih tinggi dibanding lampu LED.
Lampu Neon (fluorescent) memiliki efisiensi yang lebih tinggi dibanding rata-rata lampu LED.
Namun patut dicatat bahwa teknologi lampu dalam beberapa tahun belakangan ini mengarah pada perkembangan lampu LED yang secara teori diharapkan mampu mencapai effisiensi hingga 300 lumens/watt.
Patut dicatat bahwa Cree adalah perusahaan yang sangat aktif mengembangkan teknologi LED,
hingga tulisan ini dibuat, Cree sudah mampu menghasilkan LED dengan efisiensi 231 lumens/watt !!
Tentu saja nilai ini jauh diatas effisiensi lampu Neon yang maksimum hanya 104 lumens/watt.



Terakhir, saya membuat tabel yang menjadi kesimpulan pribadi dan untuk membantu menjadi jembatan keledai untuk mengkonversi watt ke lumens (dan sebaliknya).
Ada tambahan sumber data (source wikipedia) :

Tabel konversi watt ke lumens dari berbagai jenis lampu :
Jenis Lampu
Perkiraan Efisiensi (lumens/watt)
Lilin
0.3
Bolam (tungsten)
12 - 17
Bolam halogen
16 (glass) – 24 (quartz)
Xenon
30 - 50
Neon (fluorescent)
52-100
LED
4.5 – 150 (dan terus diteliti)
White LED
80 - 150


So, mulai sekarang anda bisa lebih mudah membandingkan kualitas senter LED anda.
Secara gampang saja saya akan memakai angka perkiraan 50 lumens / watt untuk lampu senter LED yang akan saya beli.


added, Sept 2013, ketemu satu bacaan tentang light efficiency (pdf) : http://www.energyrating.gov.au/wp-content/uploads/2011/02/2009-ref-manual-lighting.pdf


============================================================

37 comments:

  1. siph, makasih infonya gan :D

    ReplyDelete
  2. berarti antara 100 Lumens sama 300 Lumens yang mana yang lebih bagus?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semakin tinggi lumens semakin terang (seharusnya, kalau tiap perusahaan bikin product test yang benar),

      Tapi 'bagus' atau 'cocok' itu sesuai kebutuhan... semakin terang UW torch semakin gampang liat sekeliling tapi gampang bikin hewan2 kabur... semua selalu ada + dan - :).

      Semoga membantu... cheers...

      Delete
  3. jadi kalo misalkan pngen beli senter LED , diliat dari lumen nya atau watt nya ?

    ReplyDelete
  4. Lumen saja, lebih 'end result' daripada watt, tapi dengan catatan si manufacturer juga sudah melakukan test dengan baik...

    salam.

    ReplyDelete
  5. tp kadang senter LEd banyak yg menipu. modal stikr soank.. gmana cara buat atasi keasliannya...?????

    ReplyDelete
  6. makasih ya gan !!! sangat terbantu sya, 1 hal lagi kalo buat senter bela diri / polisi punya minimal hasil lumens yang dihasilkan brp ya ? atau maksimal ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... halo pak,

      Saya bukan ahli senter nih, tapi setahu saya, senter sekarang sudah banyak feature tambahannya.. ada senter yang dilengkapi dengan alat pengejut, ada senter yang panjang dan rasanya lumayan sakit tuh kalau digetokin ke kepala orang :D :D.

      Mungkin kalau untuk bela diri beli saja alat pengejut elektrik khusus, atau baton yang sekarang sudah bisa dikeluarkan-dimasukkan (seperti antena radio), atau beli ru yung ala Bruce Lee :). Banyak outlet2 beli barang ini baik online maupun di pasar dan mall.
      Biar gak sayang kalau senternya dibuat getok maling hehehe...

      Kalau buat ronda, bisa pilih senter yang focus (cahaya memusat, jarak jangkauan jauh) atau yang wide (cahaya melebar, jarak jangkauan pendek)... lebih banyak senter yang focus dan jauh range nya.

      salam

      Delete
    2. .
      .
      meski ini pertanyaan udah berusia 2 tahun lebih, tapi pak Rizal salah tangkap maksud senter buat bela diri.
      Senter buat bela diri bukan berarti senternya buat getok kepala maling tapi sinar senter itu sanggup membutakan sementara orang jahat.
      Berdasarkan pengalaman, kekuatan senter strobe untuk bela diri itu berkekuatan minimal 500 lumens sudah cukup. Sekarang malah ada yg 800 lumens bahkan 1000 lumens strobe dengan bentuk senter mudah dikantongi. (Nitecore P12).

      Sekarang banyak senter yg punya kemampuan strobe / nyala seperti flash kedip-kedip cepat untuk membuat silau dan bingung pelaku kejahatan seperti begal lalu disaat begal itu lengah, baru kita beraksi menyerang begal tersebut.
      Coba lihat video nya di U Tube tentang senter NiteCore P20 / P 10.
      Lebih bagus senter strobe itu digabungkan dengan batton stick untuk memukul begal.
      Kedua alat ini yaitu senter strobe dan baton stik, tidak dianggap barang membahayakan oleh pihak kepolisian saat razia di jalan raya, jadi aman secara hukum.
      Lebih bagus ditambah dengan botol param kocok untuk menyiram mata begal agar tidak bisa melihat sekitar 1 jam lebih. Param kocok juga aman dari hukum karena gunanya untuk obat pegal badan, hehehehhe.

      merahdelima888_at_google.

      Delete
    3. Wow... thank you penjelasannya...
      mantap ! :D.

      Delete
  7. Wah.. Tq berat gan.. saya tadinya gelap gulita mengenai watt dan lumen,jadi mulai ada pencerahan. Thx

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi pengen nanya ni. misal ad lampu led A 4 wat dg lumen 360 dibandingkan dg lampu led B 7 wat dg lumen 630 mana yang lebih terang ya kira2?
      dari dua lampu tersebut sama 90 lumen/watt

      Delete
    2. Jelas yang lumens nya lebih tinggi yang lebih terang.

      note : spec lampu jarang ada yang menyebutkan satuan watt dan lumens. Entah Watt saja atau Lumens saja. Ini yang biasanya membingungkan banyak orang termasuk saya, dan itulah alasannya catatan diatas saya bikin :D.

      Delete
  9. apakah satuan lumen ini sama antara lampu lhe & lampu led? misal lampu lhe 5 watt 310 lumens dibanding lampu led 5 watt 310 lumens, apakah berarti terangnya cahaya juga sama?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo pak,

      Lumens satuan dari Luminous Efficacy atau 'kemampuan menerangi' saya terjemahkan saja begitu, dapat digambarkan sebagai terang yang dipancarkan satu sumber cahaya.
      Jadi secara teoritis, sumber cahaya yang punya lumens yang sama 'terang' nya pun akan sama.

      Secara teori sumber cahaya yang berbeda LED dan Neon misalnya punya temperature yang berbeda, tapi lumens nya tetap sama (lihat definisi perhitungan lumens dicatatan saya diatas).

      Namun... diluar teori tsb tentu ada reality juga :
      - Apakah lumens yang tercantum di spec lampu betul2 sesuai kenyataan ? artinya apakah di uji betulan dan dimonitor secara konsisten (deviasi produksi kecil).
      - Sensitifitas mata tiap orang yang tentu juga bervariasi,termperatur cahaya berbeda mungkin menimbulkan kesan lebih terang bagi seseorang dan kurang terang bagi orang yang lain.
      - Jarak dari sumber cahaya ke mata penerima, media yang dilewati, karena cahaya dengan panjang gelombang cahaya berbeda punya penetrasi (penyerapan) yang berbeda (search 'light penetration in the ocean'), punya sudut difraksi yang berbeda pula.

      Tapi secara teori, lumens yang sama artinya terangnya sama.

      Wah.. jadi serasa ahli warna saja saya hahaha...
      sorry kalau ada yang salah, silahkan diberikan input.

      Delete
  10. sangat membantu... jadi intinya lumens yaa... thanks..

    ReplyDelete
  11. thanks info nya gan..
    brarti senter 1200 lumens itu dah terang banget ya?

    ReplyDelete
  12. oiya gan,, sekalian meng-infokan kalau ada ada yang perlu atau minat SENTER POLISH 1200 Lumens,,
    tempat saya READY :D
    >087838635041

    thanks gan rizal!

    ReplyDelete
  13. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. gan, numpang nanya,
      ada gak perhitungan buat ngukur panas yang dihasilkan suatu sumber cahaya ???
      misalnya panas yang dihasilkan lampu pijar gan,,,

      thanks gan !!!

      Delete
    2. Halo Bang,

      saya gak ahli lighting :), tapi based on googling saya bisa simpulkan beberapa hal :

      1. Heat dissipation, energi, kalau tidak diubah jadi cahaya, ya diubah jadi panas. berapa banyak energi yang diubah jadi cahaya kira-kira bisa dilihat di table luminous efficacy (wikipedia) diatas.
      Misalnya lampu hallogen, +/- 3.5% effisiensi, 100watt lampu maka 3.5 watt nya saja jadi cahaya, 96.5 watt nya jadi panas. dst...


      2. Setahu saya tidak ada lampu yang nulis spec effisiensi light/heat nya, so mau gak mau harus dihitung kasar (pakai table perkiraan diatas) plus trial and error.
      Kalau mau menghitung panas / suhu yang dihasilkan, tergantung applikasi bapak, misalnya lampu untuk memanaskan kandang hewan, lampu untuk ruang pendingin dst. Lihat table diatas, lalu pilih lampu yang sesuai applikasi, hitung kasar dan sisanya trial and error...
      Bisa coba gunakan alat pengukur suhu infra red (merk Raytek misalnya).

      3. Panas yang dihasilkan sangat banyak variable nya, jenis lampu dan watt yang dipakai cuman salah satunya, masih ada :
      * bahan dan model reflector lampu yang dipakai (wide atau focus lamp), kaca bening atau kaca buram, jumlah lampu yang dipakai.
      * jarak dari lampu ke benda / ruangan yang terkena panas, material dari benda yang terkena cahaya.
      * Ambient temperature.
      dll...

      Saya bisa ambil kesimpulan, kita hanya bisa hitung kasar, sisanya trial and error di lapangan...
      semoga mencerahkan :) ...

      Delete
  14. lumayan, cukup mencerahkan..

    ReplyDelete
  15. Saya punya lampu senter LED Cree yang kotak 99000 watt tapi cara menentukan Lumens nya gimana?

    ReplyDelete
  16. gak keliru ya bang, lampu LED 99kw ? Kalau tau type lampu Cree nya langsung search saja ke Cree cocokin tipe nya dan ketemu berapa kira kira lumensnya...

    salam...

    ReplyDelete
  17. coba cari senter selam merek xtar Gan, lumen plus lux tinggi pakai LED CREE...

    ReplyDelete
    Replies
    1. thank you :). semoga jadi referensi bagi banyak teman juga....
      merk archon di tahun 2015 awal ini cukup bisa jadi pilihan juga :).

      Delete
  18. Beruntung nemu blog INI, kebeneran lagi ngomonginn lumen Dan Satuan K pada lampu.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama sama brow... semoga bermanfaat :).

      Delete
  19. Mau nanya Master...

    Sinar yg saya nyalakan di malam hari apa ada pengaruh metabolisme pada makhluknhidup terutama tanaman...

    Intinya saya mau memperpanjang proses fotosintesa tanaman...apakah bisa dijelaskan???

    Thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. No idea mbak... :).
      Hope I can answer, tapi coba search mbah google mungkin ?
      thx for visiting...

      Delete
  20. Gan numpang tanya gan, klo buat tembus kepulan asap kira2 senter merk apa yaa, dan tipe nya, saya buat evakuasi korban gan, klo masalah ukuran lumens, pusing mikir nya, soal nya masih banyak yg saya pikirin slain itu maklum gan otak saya gak nyampe, meningan langsung tanya aja, tnks gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha...
      kalau saya usul sih, niru lampu kabut nya mobil, cari yang warnanya agak kuning, kemudian lumens jelas yang sebesar mungkin. pendar sinar bisa dipilih mau yang fokus ke satu garis atau lebar.
      Merk nya terserah aja, yang penting spesifikasinya spt itu, gitu kali ya ? :D. Semoga membantu...

      Delete
  21. Boleh tanya pak..
    Klo untuk red laser pointer 650nm itu berapa lumen ya pak ? Terima kasih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. no idea juga pak, harus dilihat di spec / kotak nya berapa power nya.

      650nm itu panjang gelombang cahaya laser warna merah.
      600nm menghasilkan cahaya kuning - orange,
      532nm menghasilkan cahaya hijau,
      dan 405nm menghasilkan cahaya biru-ungu.

      Saya baca di wikipedia, laser pointer ada kelas kelas nya, beragam antara kelas 2 - 4, dengan power antara 1 mili watt sampai diatas 500 mili watt.

      untuk pastinya, silahkan check spesifikasi laser pointer yang bapak miliki....

      salam.

      Delete
  22. Kelvin Watt Lumens

    Kelvin adalah pengukuran yang digunakan untuk menggambarkan temperatur warna sumber cahaya. Ini adalah spesifikasi yang memberikan deskripsi kehangatan atau kesejukan dari sumber cahaya.

    Watt adalah pengukuran daya konsumsi. Dengan sumber cahaya pijar tradisional biasanya lebih tinggi watt, cahayanya lebih terang. Dengan lampu hemat energi seperti LED ini agak berbeda, Misalnya satu merek 9 Watt lampu LED dapat memancarkan cukup Lumens untuk mengganti 60 Watt pijar tetapi merek lain mungkin perlu menggunakan LED kurang efisien, katakanlah 12 Watts layak untuk membuat cukup lumens untuk mengganti 60 Watt bohlam. Inilah sebabnya mengapa seperti yang kita sebutkan di atas, Lumens lebih penting dibandingkan Watts.

    Lumens adalah ukuran total output cahaya atau dengan kata lain kecerahan bohlam. Lumens lebih tinggi berarti itu adalah cahaya yang lebih terang; sedikit lumens berarti itu adalah cahaya redup.

    Kecerahan, atau tinkgkat lumen, dari lampu di rumah Anda mungkin bervariasi, jadi inilah saran kami:

    - Untuk mengganti lampu pijar 100 watt, gantilah bohlam LED yang memberikan sekitar 1600 lumens. Jika Anda ingin sesuatu yang redup, carilah lumens yang agak rendah; sebaliknya, jika anda perlu cahaya lebih terang, gantilah dengan lumens yang lebih tinggi.

    - Untuk mengganti bohlam 75W dengan lampu LED yang memberikan sekitar 1100 lumens

    - Untuk mengganti bohlam 60W dengan lampu LED yang memberikan sekitar 800 lumens

    - Untuk mengganti bohlam 40W dengan lampu LED yang memberikan sekitar 450 lumens

    http://www.rajaledindonesia.com/kelvin-watt-lumens

    ReplyDelete

Glad if you could give me a feedback :), cheers matey..